Ary Ginanjar Beri Pencerahan di Malam Ramah Tamah Kejaksaan RI

Senin (7/11) malam, Jaksa Agung Basrief Arief mengadakan malam ramah tamah bersama ratusan pejabat Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang berasal dari seluruh Indonesia di Lapangan Tenis Indoor Hotel Yasmin, Cianjur, Jawa Barat. Pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian hadir memenuhi undangan guna memberikan pencerahan kepada hadirin.

Acara ini dilaksanakan jelang rapat kerja Kejaksaan RI tahun 2011 dan rakernaslub ikatan Adhyaksa Dharmakarini yang akan dilaksanakan selama empat hari, mulai Selasa (8/11) hingga Jumat (11/11).

Menurut Basrief, selain ramah tamah acara ini juga merupakan silaturahmi antar rekan sejawat. Sehingga rapat kerja yang akan dimulai esok hari akan dapat terwujud jalinan komunikasi interaksi dan koordinasi dari peserta raker.

“Dalam beberapa hari ke depan kita akan mengadakan rapat kerja yang telah diselenggarakan rutin dan berkesinambungan setiap tahun, yaitu sebagai acuan dan evaluasi terhadap pencapaian Kejaksaan RI selama satu tahun dan mengevaluasi raker tahun sebelumnya,” ucapnya.

Basrief mengatakan forum raker ini merupakan ajang untuk merumuskan suatu rancangan kegiatan yang ingin dicapai bersama-sama pada tahun 2012. Selain itu acara ini sekaligus menyusun rencana strategis Kejaksaan RI ke depan.

“Sehingga seluruh program dapat dilaksanakan secara baik, terimplementasi, dan termonitoring secara efektif dan efisien dalam setiap agenda dalam rangka membangun institusi atau karakter building itu sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Basrief mengajak peserta raker untuk menuangkan ide-ide yang cemerlang dan kemampuan untuk merancang serta merumuskan intitusi ke depan. Pasalnya raker ini perwujudan tekad dalam perubahan dan bagian reformasi birokrasi Kejaksaan.

Basrief mengharapkan kegiatan ini dapat tercapai hasil yang maksimal. Sehingga terwujud peningkatan profesionalitas aparatur Kejaksaan secara kongkrit dan insan Adhyaksa yang memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Sebagai penegak hukum yang berdaya upaya meningkatkan moral dan spiritual, demi optimalisasi pekerja dan penguatan intitusi yang profesional, bermartabat, adil, dan berhati nurani,” papar Basrief.

Sementara itu pendiri ESQ Leadeship Center, Ary Ginanjar Agustian hadir memenuhi undangan untuk memberikan pencerahan kepada peserta raker yang mengangkat tema ”Optimalisasi kinerja dan penguatan institusi menuju Kejaksaan Republik Indonesia yang profesional, bermartabat, adil, dan berhati nurani” itu.

“Sejalan dengan tema tersebut, untuk memotivasi insan kejaksaan pada malam ini panitia menghadirkan Bapak Ary Ginanjar motivator ESQ untuk memberi pencerahan dan dorongan semangat guna terwujudnya apa yang menjadi tema dalam rapat kerja ini,” kata Wakil Ketua Umum Panitia, Atjep Sudrajat.

Ary Ginanjar berharap semoga pertemuan ini diberkahi oleh Allah SWT, sehingga di kemudian hari terlahir sebuah intitusi yang agung seperti namanya Kejaksaan Agung. “Agung karena akhlaknya, bukan karena kekuasaannya. Agung karena karakternya dan agung karena martabatnya. Agung adalah salah satu sifat Allah yaitu Al-Azhiim,” jelas Ary.

Ary mengajak peserta untuk menemukan makna bekerja di Kejaksaan Agung, terlebih bekerja di kejaksaan lebih berat ke sisi spiritualitas, karena jaksa adalah para pemegang amanah dari Tuhan sebagai penegak keadilan di Bumi.

“Lurus, surga firdaus imbalannya. Tapi berbelok sedikit saja, neraka jahanam tempatnya. Suatu saat Bapak Ibu akan juga dituntut duduk di kursi pesakitan, penuntutnya atau jaksanya Rokib dan Atit. Hakimnya adalah Rabbul ‘alamin,” ujarnya.

Agar Kejaksaan Agung menjadi intitusi yang agung, kata Ary, misi Kejaksaan Agung harus bisa dilakukan dengan sungguh-sungguh. Hal itu bisa diwujudkan dengan tiga komitmen, yaitu intelektual komitmen, emosional komitmen, dan spiritual komitmen.

“Berlandaskan tiga motivasi tersebut, maka Kejaksaan Republik Indonesia akan mampu sebagai organisasi yang efektif, efisien dan profesional. Melaksanakan tugas pelayanan publik dengan penuh toleransi dan penghargaan terhadap hak-hak publik. Melaksanakan fungsi sebagai penggerak dalam penyelenggaraan peradilan pidana. Melaksanakan fungsi sebagai penggerak proses pemberantasan korupsi. Melaksanakan fungsi sebagai jaksa pengacara negara yang handal, dan melaksanakan tugas secara independen, bermoral, beretika dan profesional,” urainya.

Saat ini, kata Ary, Kejaksaan mempunyai kesempatan untuk menjadi lokomotif perubahan. Kejaksaan juga tidak perlu khawatir dengan penilaian buruk masyarakat akan intitusi penegakan hukum di Indonesia tersebut.

“Cukup katakan, biar Allah yang menilai kami dan kami saat ini tengah berubah menjadi lembaga yang terbaik. Tidak mungkin berubah dengan cara apapun kecuali berpegang kepada Dia. Kalau kita marah kepada masyarakat yang tidak menghargai, maka kita hanya akan merusak diri sendiri,” paparnya. (jos/sym)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s