Ary Ginanjar isi Training ESQ di Hongkong


Setelah melanglang buana di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Belanda, Amerika dan Australia, kini Training ESQ pun telah hadir di Hong Kong. Training angkatan perdana ini dilaksanakan pada 1-2 Januari 2012 di Youth Square 128 Chai Wan Road, Hong Kong. Training yang dipandu langsung saya, Ary Ginanjar Agustian ini dihadiri sekitar 500 buruh migran Indonesia (BMI).

Sebagai pekerja yang tinggal di luar negeri, tak jarang para BMI didera rasa rindu, khawatir, sedih, stres, ingin pulang kampung, dan lain-lain yang bisa berakibat turunnya tingkat produktivitas para BMI. Karena itu LSO (Lentera Sukses Organisasi) sebagai wadah pengembangan diri para BMI mendatangkan tim ESQ Leadership Center ke Hong Kong untuk membangun mental dan karakter para pekerja di sana.

Training ESQ yang lama ditunggu-tunggu para BMI di Hong Kong ini meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Siti Sholicah, misalnya. Perempuan asal Jember, Jawa Timur ini mengatakan bahwa  training ini sangat bermanfaat untuk menambah rasa percaya diri, kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan sebagai BMI. “Training ESQ sangat berarti dan berguna bagi diri saya,” ujarnya.

Selama berada di Hong Kong, wanita yang sudah tiga tahun bekerja di Hong Kong ini mengaku bahwa selama ini ia telah lalai mengingat Tuhan.

“Saya sangat terkesan, tersentuh, tergugah dan terketuk pintu hati saya untuk selalu dekat dengan Allah Swt. Melalui training ini, Allah Swt telah memberikan petunjuk dan hidayah kepada saya. Betapa besar dosa-dosa saya di masa lalu dan mulai saat ini saya ingin memperbaikinya,” tuturnya.

Siti berharap agar kegiatan ini diadakan secara rutin untuk menambah keimanan kepada Sang Maha Pencipta.

Setali tiga uang dengan  Tri Sumarni. Perempuan yang sudah sepuluh tahun bekerja di Hong Kong ini mengaku banyak hal positif yang didapatkannya.

“Awalnya saya beranggapan untuk mendapat kebahagiaan, dengan cara memiliki uang dan saya pun mencari uang dengan berbagai cara. Tapi saya hanya menemukan kepalsuan. Hati saya hampa, saya tidak tahu untuk apa saya ke Hong Kong. Hingga pada akhirnya setelah mengikuti training ini, saya tahu keberadaan Allah yang saya mau. Dengan mengikuti ESQ, saya menemukan sesuatu yang saya cari,” ungkap wanita kelahiran tahun 1977 ini.

“Mengesankan, alhamdulillah. Beban yang saya rasakan kini ringan berkurang dan kesan yang sangat mendalam, ternyata La ilaha illallah (tiada Tuhan selain Allah),” tuturnya. (tino/sym)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s