Transformasi Budaya Perusahaan, Sebuah Keniscayaan

Beberapa tahun belakangan ini istilah transformasi budaya perusahaan mulai mencuat ke permukaan. Runtuhnya beberapa perusahaan papan atas dunia yang disebabkan pelanggaran moral dan etika, memunculkan kesadaran akan pentingnya penguatan aspek budaya kerja perusahaan.

Hal tersebut makin dirasakan penting karena sebuah perusahaan senantiasa mengalami fluktuasi. Tantangan yang dihadapi saat ini tidak sama jika dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.Dengan demikian sikap maupun cara menghadapi tantangan pun harus mengalami penyesuaian. Karenanya ESQ Leadership Center bersama ACT (Accelerated Culture Transformation) Consulting menggelar Corporate Culture Transformation Workshop angkatan I di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (1-2/2/2012).

Workshop yang diikuti 153 peserta dari jajaran top manajemen beberapa perusahaan ini dipandu oleh Presiden Direktur ESQ Leadership Center Ary Ginajar Agustian, Managing Partner ACT Consulting Nizar Mansur, dan Dwitya Agustina yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Lembaga riset Barrett Values Centre. Beberapa perusahaan yang hadir diantaranya; PT Timah, PT Bukit Asam, PT Busan Auto Finance, PT Askrindo, PT Pertamina, PT Nasional Re, Perum Pegadaian, PT Pupuk Kaltim, PT Telkom Indonesia, PT Pembangunan Perumahan, PT Astra International , Yayasan Teratai Putih Global dan lainnya.

“Menanamkan budaya yang kuat di dalam perusahaan sangat diperlukan. Kebanyakaan perusahaan hanya berorientasi pada perubahan strategi, struktur dan sistem. Tetapi jarang yang memikirkan bagaimana membangun keyakinan, nilai dan prilaku perusahaan itu sendiri,” jelas Ary.

Sementara itu Nizar Mansur mengatakan banyak perusahaan enggan melakukan perubahan, karena sudah berada pada titik nyaman. “Transformasi itu bukan sekedar perubahan, tetapi bagaimana agar lebih baik dalam kinerja yaitu bagaimana memposisikan diri, menyikapi, dan menjawab serta mempersiapkan tantangan yang ada pada corporate,” ujarnya.

Saat ini umumnya perusahaan telah memiliki memiliki corporate culture berupa: visi, misi, dan nilai perusahaan. Namun mengapa banyak perusahaan yang gagal dalam membangun budaya kerja sehingga kinerjanya tidak meningkat. Menurut Dwitya hal itu disebabkan karena karyawan tidak merasakan adanya keselarasan (alignment) antara visi, misi, nilai perusahaan dengan visi, misi, nilai pribadi.

Dalam transformasi budaya setidaknya ada 4 hal yang diperlukan pertama Personal Alignment yaitu menyelaraskan Nilai Pribadi dengan Perilaku. Kedua Structure Alignment yaitu menyelaraskan Nilai Perusahaan dengan Sistem Organisasi. Ketiga Values Alignment yaitu menyelaraskan Nilai Pribadi dengan Nilai Perusahaann. Keempat Mission Alignment yaitu menyelaraskan perilaku dengan Sistem Organiasi penghargaan perusahaan bukan hanya pada kinerja atau performance tapi kejujuran juga dinilai sehingga ada Key Value Indicator (KVI).

Oleh karena itu, visi, misi, nilai tidak cukup dirumuskan secara intelektual (IQ) namun harus dikomunikasikan dan ditanamkan juga secara emosional (EQ), dan spiritual (SQ). Spiritualitas bertujuan agar visi, misi, dan value tersebut kepada belief system (sistem keyakinan) mereka. Menurut Prof. Barrett tujuan visi dan misi: secara Fisik menyediakan struktur pekerjaan, secara Emosional memberikan makna dan rasa kebanggaan, secara Mental dasar untuk pengambilan keputusan, secara Spiritual kejelasan untuk manifestasi.

Salah seorang peserta, Kurmansyah menyatakan melalui transformasi budaya yang jelas akan memberikan manfaat yang sangat bagus terutama dalam menyamakan visi, misi dan nilai perusahaan.

“Selama dua hari ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat dahsyat mengenai transformasi budaya perusahaan, karena budaya perusahaan itu begitu sangat penting. Saya berharap di perusahaan saya, semua memiliki tujuan yang sama mulai dari manajemen sampai di tingkat yang paling bawah,” ungkap Kepala Bagian Sekretariat dan Humas PT Askrindo itu.

Hal senada juga diutarakan Head of Branch IX PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, Taufik Hidayat. Menurutnya workshop ini merupakan salah satu solusi yang tepat untuk membangun budaya di perusahaan. Ia mengatakan apa yang dijabarkan tentang values, believe dan behavior itu cocok untuk character building di banyak perusahaan.

“Saya akan mencoba menerapkan personal transformation dan corporate transformation dalam hal culture transformation di perusahaan. Saya akan coba sesuai dengan kondisi perusahaan. Mudah-mudahan bisa mewarnai perkembangan perusahaan di tempat saya bekerja ini,” urainya.

Advertisements
By aryginanjaresq Posted in Tulisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s