Entropi Budaya, Dari Mana Berasal?

Oleh: Dr. HC Ary Ginanjar Agustian (Corporate Culture Consultant)

Mengapa satu budaya organisasi seperti korporasi atau instansi pemerintah lebih entropis dari yang lain? Entropi budaya adalah mengukur energi yang terbuang percuma di tempat kerja memang berbeda-beda prosentasenya, ada yang tinggi dan ada yang rendah, contoh sederhana, saya umpamakan sebuah organisasi itu adalah sebuah mobil yang memiliki tingkat konsumsi bahan bakarnya 1: 10, atau setiap satu liter bensin bisa menjangkau 10 km. Akan tetapi kenyataannya 1 liter bensin yang dikonsumsi hanya mampu mencapai 5 km saja. Artinya entropi mobil itu adalah 50% akibat karat dan aus. Entropi budaya yang tinggi akan menurunkan kinerja organisasi, akibat energi yang terbuang percuma, sebaliknya entropi rendah maka akan meningkatkan kinerja organisasi secara efisien.

Entropi budaya di sebuah organisasi sesungguhnya adalah cerminan dari entropi pribadi pemimpinnya, atau warisan entropi pribadi pemimpin sebelumnya. Entropi pribadi dalam suatu organisasi bahkan dilembagakan melalui sistem birokrasi masa lalu yang panjang berbelit dan proses yang membutuhkan hirarki dalam pengambilan setiap keputusan, atau kekakuan karena struktur organisasi yang tidak efisien. Entropi budaya yang disebabkan oleh pemimpin saat ini biasanya muncul dalam bentuk: kontrol berlebihan dan kehati-hatian akibat saling tidak percaya, saling menyalahkan, kompetisi internal, dan ketidakjelasan wewenang.

Entropi budaya organisasi, kor­porasi atau instansi sesungguhnya adalah refleksi langsung dari entropi pribadi sang pemimpin itu sendiri. Ini adalah jumlah energi ditimbulkan karena ketakutan seorang pemimpin yang diekspresikan dalam interaksi sehari-hari dengan orang-orang dalam organi­sasi. Kekhawatiran pemimpin da­pat menimbulkan tindakan seperti: kontrol berlebih, terlalu berhati-hati dan lain sebagainya.

Penyebab utama entropi pribadi adalah ketakutan di alam bawah sadar dalam pengambilan keputusan. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan penguasaan pribadi, didukung oleh pembelajaran skill kepemimpinan untuk menciptakan keselarasan pribadi (personal alignment).

Penelitian menunjukkan ada­nya korelasi yang jelas antara pemimpin dengan entropi budaya organisasi. Ada dua hasil peneli­tian yang cukup ekstrim yang me­nunjukkan hubungan tersebut yang pertama disebut Pemimpin Entropi Tinggi dan Pemimpin Entropi Rendah. Pemimpin yang memiliki tingkat entropi tinggi akan menghasilkan tim berkiner­ja rendah. Apabila entropi priba­di 64 persen maka mengakibatkan entropi budaya timnya juga tinggi yaitu 38 persen. Pemimpin entropi rendah mengakibatkan tim berkinerja tinggi, entropi pri­badi pemimpinnya relatif rendah sebesar 9 persen, dan entropi bu­daya tim juga rendah sebesar 7 persen. Artinya pemimpin sesungguhnya adalah penyebab utama dari entropi budaya organi­sasi, korporasi ataupun instansi.

Cara untuk mengurangi waris­an entropis pemimpin masa lalu adalah dengan melakukan: de-la­yering, re-strukturisasi, dan de-biro­kratisasi dan transformasi budaya.

Entropi dan Kinerja

Hasil dari studi organisasi 163 di Australia dilakukan oleh Hewitt Associates dan Barrett Values Center 2008 Survei Pekerja Terbaik di Australia dan Selandia Baru (Beanz) menunjukkan korelasi yang kuat antara tingkat entropi dalam sebuah organisasi dan tingkat keterlibatan staff, atau kesungguhan dan keikhlasan dalam bekerja atau sering dinamakan staff engagement.

Dalam risetnya Barrett menemukan bahwa dalam organisasi dengan ‘engagement’ karyawan lebih dari 65 persen dan entropi di bawah 10 persen, maka pertumbuhan pendapatan 35 persen selama periode tiga tahun. Sebaliknya Organisasi dengan skor engagement dalam kisaran 40-65 persen dan entropi lebih besar dari 22 persen memiliki pertumbuhan tiga tahun pendapatan hanya 7 persen. Masih ingat Islandia yang mengumumkan kebangkrutan pada 2008 akibat entropi 54%?

Kesimpulannya, tingkat entropi budaya organisasi sesungguhnya terjadi akibat entopi pri­badi pemimpinnya. Dan secara signifikan entropi budaya mempengaru­hi kinerja dan prestasi sebuah organisasi, sebuah korporasi atau instansi kita. Sekarang mungkin kita bisa mencoba mereka-reka berapa persen kira-kira tingkat entropi perusahaan-perusahaan di negeri kita? Berapa entropi instansi kita? Dan yang terakhir berapa persen entropi perusahaan raksasa milik kita bersama yang namanya “Indonesia Incorporation ini?”

“Tidak berubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah jiwa mereka sendiri.”•

ACT Consulting
Jl. Ciputat Raya No. 1B Pondok Pinang, Jakarta 12310
Telp. (021) 7696654 Fax. (021) 7696645
Email: act.consulting@esqway165.com

Advertisements
By aryginanjaresq Posted in Tulisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s