Peran Pemimpin dalam Transformasi Budaya

by Ary Ginanjar Agustian on Wednesday, April 11, 2012 at 1:16am ·
Oleh: Dr. HC Ary Ginanjar Agustian (Corporate Culture Consultant)

“The real role of the leader is to manage the values of the corporation.” (Tom Peters, “In Search of Excellence: Lessons from America’s best run companies”, 1983)

Belakangan ini wacana mengenai pen­tingnya budaya perusahaan makin mengemuka. Banyak perusahaan yang melakukan upaya-upaya untuk membenahi budaya perusahaannya dari mulai mengirim staf Sumber Daya Manusia (HR) ke training-training tertentu, merombak visi-misi perusahaan, memasang poster-poster yang berisi value perusahaan, dan lain-lain.

Meski berbagai hal di atas telah dilakukan, namun ter­nyata masih banyak perusahaan yang seolah jalan di tempat. Kinerja perusahaan tetap tidak terdongkrak. Apa faktor pe­nyebabnya? Dave Ulrich konsultan HR (Human Resource) mengatakan bahwa peran pe­mimpin sangat besar terhadap keberhasilan perusahaan mencapai 40%, sedangkan yang lainnya yaitu nilai berperan 25% sedangkan sistem 35%.

Ketiga hal di atas, kami namakan VSL Concept: yaitu mem­bangun sistem yang di­dahului dengan pemba­ngun­an nilai atau value, dan dilanjutkan de­ngan membangun sys­tem dan dilengkapi dengan pembangunan leadership. Arti­nya tidak cukup merumus­kan atau mempropagandakan value ser­ta membangun system tanpa diiringi dengan role model dari para pimpinan perusahaan (leadership). Menjadikan pa­ra pimpinan contoh dari imple­mentasi misi, visi dan nilai sehingga menunjukkan bahwa misi, visi dan nilai itu adalah sesuatu yang penting dan harus dipegang teguh dalam menjalankan roda perusahaan.

Jika perusahaan belum memiliki nilai dan budaya, seluruh pimpinan harus berperan sebagai value builder yaitu membangun nilai-nilai perusahaan. Tony Hsieh, CEO Zappos, adalah contoh pemimpin perusahaan sebagai value builder. Dia benar-benar terlibat dalam perumusan dan membangun budaya perusahaan. Selanjutnya Tony Hsieh juga sangat berusaha agar nilai-nilai perusahaan tetap terjaga.

Menurutnya melindungi budaya perusahaan dan tetap menjalankan core values akan memberikan keuntungan jangka panjang. Karena itu, demi kepentingan jangka panjang tersebut Zappos bersedia melaukan pengorbanan jangka pendek —termasuk kehilang­an profit— karena mereka percaya membangun budaya dan menjaga nilai perusahaan dapat men­datangkan keuntungan jangka panjang.

Selanjutnya secara pri­­badi para pemimpin menjalankan nilai tersebut serta menanam­kan nilai-nilai tersebut kepa­da seluruh karyawan. Penegak­an nilai harus dijaga para pe­mimpin baik dalam diri me­reka maupun karyawan agar nilai tersebut hidup dan berkembang seiring dengan per­tumbuhan perusahaan. Di­­harapkan corporate values selalu hidup bersama perusaha­an bahkan sampai puluhan tahun ke depan bahkan jika bisa sampai ratusan tahun.

Pemimpin dan Entropi Budaya

Penelitian menunjukkan adanya korelasi yang jelas antara pemimpin dengan entropi budaya organisasi. Sebagaimana sudah dijelaskan pada artikel terdahulu bahwa Entropi Budaya adalah meng­ukur energi yang terbuang percuma di tempat kerja.

Entropi budaya organisasi, korporasi atau instansi se­sungguhnya adalah refleksi langsung dari entropi pribadi sang pemimpin itu sendiri. Cara untuk mengurangi warisan entropis pemimpin masa lalu adalah dengan melakukan: de-layering, re-strukturisasi, dan de-birokratisasi dan trans­formasi budaya.

Keterlibatan pemimpin je­las menjadi faktor kunci kesuk­sesan perusahaan, khususnya untuk menghidupkan nilai tersebut secara mendalam dan holistik. Jika tidak dimulai dan ditegakkan para pemimpinnya, nilai-nilai perusahaan tidak akan tercipta menjadi sebuah budaya perusahaan. Karena itulah sering dikatakan bahwa “Leaders must be able to make the values alive”.

Karena itulah wacana transformasi budaya tidak akan terealisasi tanpa keterlibatan para pemimpinya. Berbagai upaya seperti training, jasa konsultan, pemasangan poster tentang visi-misi-nilai perusahaan di berbagai sudut kantor tidak akan berhasil baik jika pemimpin tidak terlibat sebagai motor penggerak. Karena itu Prof. Richard Barrett mengatakan, “Organisasi tidak bertransformasi hingga para pemimpinnya memiliki nilai yang baru dan mengubah perilaku mereka.”•

ACT Consulting
Jl. Ciputat Raya No. 1B Pondok Pinang, Jakarta 12310
Telp. (021) 7696654 Fax. (021) 7696645
Email: act.consulting@esqway165.com

Sumber: http://esq-news.com/2012/berita/03/19/peran-pemimpin-dalam-transformasi-budaya.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s