Di Dalam Benteng

Ary Ginanjar Agustian

Kita doakan bersama semoga korban kecelakaan Sukhoi Super Jet di Gunung Salak semuanya diterima dan ditempatkan di sisi Allah Yang Maha Pengasih. Dan keluaga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran serta keihklhasan.

Masih segar dalam ingatan almarhum Menteri Kesehatan kita yang kita hormati baru saja dipanggil kehadirat Nya. Sebelumnya Bapak Wakil Menteri Energi dan Pertambangan yang kita kagumi meninggal pula ketika sedang mendaki gunung. Semoga semua amal ibadahnya diterima Allah dan kesalahannya dimaafkan, dan semoga keluarganya diberikan kekuatan. Amiiin.

Bagi kita yang masih diberi kesempatan hidup,
tentu perlu mengambil hikmahnya atas semua kejadian ini. Ketiga fenomena diatas begitu berurutan, begitu mengejutkan, tidak kita sangka-sangka sama sekali, terus menghias layar kaca.
Masih terang dalam ingatan kita mereka semua nampak sehat, begitu juga foto-foto para korban Sukhoi yang begitu ceria sebelum keberangkatan.

Sesungguhnya betapa rapuhnya hidup kita di dunia ini. Akan tetapi betapa seringnya kita tidak menyadari kenyataan ini.
Manusia modern sekarang memang dididik untuk mengabaikan hal ini. Yaitu kematian !
Padahal Nabi Muhammad SAW sudah menjelaskan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang selalu ingat mati.
Di zaman ini orang yang cerdas justru adalah orang yang lupa mati. Terbalik.

Bayangkan, apabila semua manusia ingat mati tentu manusia akan terus berlomba-lomba berbuat kebaikan. Berlomba saling memaafkan, dan berusaha meninggalkan nama baik sebagai kenangan manis dikala hidup. Dan semua sibuk mengumpulkan pahala sebagai bekal.
Betapa indahnya ajaran Rasulullah ini.

Tapi kenyataan sekarang justru kebalikannya, kita akan dikatakan tabu kalau bicara kematian, padahal itu nyata, senyata-nyatanya, pasti laksana Matahari yang akan terbit esok pagi.
Kita akan dikatakan tidak keren atau tidak ” cool ” kalau bicara ini.
Sekarang lihat hasilnya kerusakan moral di mana-mana. Pengguna narkotika sudah lebih dari 5 juta dan bertambah 1 juta per tahun, kekerasan, kerusuhan, korupsi, perkelahian pelajar, pergaulan bebas, seolah semua sudah lupa mati.

Coba begini, setiap mau tidur bayangkan bahwa belum tentu besok pagi kita bangun lagi, lalu mohon ampun dan berdoa, kemudian tidurlah semoga besok masih hidup……he he he bukan nakut-nakutin lho.
Kalau ternyata masih hidup esok pagi pejamkan mata sekejap seraya bersyukur kepada Allah, dan katakanlah alhamdulillah hari ini adalah karunia terbaik dari Mu untuk bertobat dan berbuat baik, sebaik- baiknya…..

” Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatimu,
kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi dan kokoh “.
( QS. An Nisa ayat 78 )

Salam 165 selalu.

Ary Ginanjar Agustian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s