Menyayangi Manusia Agar Disayangi Allah

” S E R P I H A N ”

Saksikanlah betapa berharga yang namanya manusia.
Diturunkan semua kekuatan, peralatan, dan daya upaya untuk mencari jenazah korban kecelakaan Sukhoi.
Menembus hutan, melintasi jurang, mendaki gunung untuk membawa kembali pulang, yang namanya manusia.

Meskipun sudah menjadi mayat, semua harus dicari, harus ditemukan, harus dikembalikan kepada keluarganya. Setiap potongan dan serpihan tubuh harus dikumpulkan dengan sungguh-sungguh, harus diangkat satu-persatu dengan hati-hati meskipun tinggal hanya serpihan daging yg sudah mulai membusuk sekalipun. Mereka harus tetap dihargai.
Sebuah penghormatan tinggi kepada mahluk yang namanya manusia meskipun sudah menjadi serpihan.

Betapa indahnya cara ini, sekiranya, penghormatan ini,
dan penghargaan ini, juga diberikan kepada manusia selagi masih hidup, kepada siapapun meskipun kita tidak mengenalnya.
Inilah yang seharusnya kita lakukan.
Menyayangi manusia yang masih hidup.
Melindungi manusia yang masih hidup.
Menolong manusia yang masih hidup.
Memberi manusia yang masih hidup.
Mengasihani manusia yang masih hidup.

Tetapi lihatlah kenyataannya, bagaimana diri kita dan lingkungan kita, kita menyaksikan manusia yang tega saling menyakiti sesama manusia,
tega saling memfitnah sesama manusia,
tega saling menjatuhkan sesama manusia.,
tega menyerang antar kampung,
tega menyakiti antar mahasiswa,
tega menyakiti antar pelajar.
Tega menyakiti sesama bangsa sendiri,
tega membunuh sesama manusia,
baik dengan kata-kata atau senjata.

Hari ini kita perlu merenung tentang arti penghargaan itu, dan penghormatan itu kepada sesama manusia sebagai mahluk indah sempurna ciptaan Tuhan.
Jangan hanya kepada mayatnya apabila sudah mati, tapi yang utama adalah berbuat baiklah dan cintailah sesama manusia hidup.
Sebagai bukti penghormatan yang tinggi kepada yang menciptakan manusia.

Sebuah penghormatan kepada Sang Khalik Pencipta Manusia harus juga diberikan.

Nabi Muhammad SAW berpesan :

” Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya “.
( HR. Bukhari dan Muslim )

Jakarta 14 May 2012

Aru Ginanjar Agustian

Advertisements
By aryginanjaresq Posted in Catatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s