Jangkar Bermata Enam

Coba perhatikan semua pembuatan Kapal Laut selalu dilengkapi Jangkar atau ” Anchor “. Dari kapal penumpang hingga kapal perang, semua harus dilengkapi Jangkar.

Dengan Jangkar itu kapal bisa berlabuh, sehingga tidak hilang terseret gelombang ke lautan luas.

Begitu juga manusia ia harus harus selalu dilengkapi jangkar. Tanpa jangkar maka manusia akan mudah terseret gelombang, dan kemudian terombang-ambing di lautan luas. Atau bisa terdampar di sebuah pulau yang dihuni oleh para kanibal pemakan sesama manusia.

Yang terjadi sekarang adalah, sistem pendidikan kita terus mencetak jutaan
” Kapal Laut Tanpa Jangkar ” atau manusia-manusia berilmu dan cerdas, akan tetapi dia tidak dilengkapi ” jangkar” sama sekali. Maka janganlah heran kalau kita melihat begitu banyak manusia terombang-ambing, dan terseret arus yg tak tentu arah. Sebagian lagi sudah dimakan binatang buas, bahkan sebagian yg telah terdampar itu kini telah bermutasi menjadi ” kanibal ” pemakan manusia.

Setiap tahun kita merayakan kelulusan mereka dengan meriah di tepi pantai seraya melepaskan “Jutaan Kapal Laut Kecil Tanpa Jangkar ” ke laut lepas dgn riang gembira.

Oleh karena itu sebelum terseret gelombang, atau terdampar dan menjadi kanibal, maka kita harus lengkapi diri dgn sebuah jangkar khusus, yaitu Jangkar Bermata Enam.
Mata jangkar yang pertama, adalah menjadikan Allah pusat segalanya.
Mata jangkar yang kedua, yakin bahwa setiap perbuatan ada Malaikat yg mencatatnya.
Mata jangkar yang ketiga menjadikan Nabi dan Rasul teladannya.
Mata jangkar yang ke empat, adalah menjadikan Al-Qur’an pedomannya.
Mata jangkar yang ke lima, adalah menjadikan Hari Kemudian cita-citanya.
Mata jangkar yang ke enam, adalah ikhlas dan tawakkal kepada takdir menjadi sikapnya.
Dengan jangkar spesial ini maka Kapal Laut itu akan siap menermbus samudra
meskipun harus menerjang badai badai.

Akan tetapi “Tali Jangkar” nya harus cukup panjang sehingga bisa mencapai dasar samudera, apabila talinya terlalu pendek maka jangkar akan “menggantung dan melayang ” di dalam lautan.
Jangkarnya pun harus terbuat dari besi yg berat, karena apabila terbuat dari plastik dan terlalu ringan, maka ia akan mudah terseret oleh arus bawah laut.

Tunggu dulu ! meskipun kapal sudah dilengkapi dengan jangkar sempurna, sebelum berlayar sempurnakan Kapal Laut Anda dgn 5 Perangkat lagi, yaitu Syahadat sebagai kompas, Shalat sebagai kemudi, Puasa sebagai pengendali, berbagilah dgn penumpang melalui Zakat, dan siap berlayar dengan semangat Siti Hajar.

Oh iya, hampir lupa, hiasilah Kapal Laut Anda dgn Satu Bendera Ihsan di puncaknya agar nampak indah dan menyenangkan hati bagi yang melihatnya.

Selamat berlayar. Semoga selamat tiba di tujuan. Pergunakan selalu JANGKAR 165 !

” Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik baiknya bekal adalah taqwa.
Bertakwalah kepada Ku hai orang-orang yang berakal “.
( Al – Baqarah 197 )

Jakarts 7 May 2012,
Salam 165

Ary Ginanjar Agustian

Advertisements
By aryginanjaresq Posted in Catatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s