Dibalik Pertandingan Jerman VS Italia

Jum’at pagi 29/6 pendukung tim sepak bola Der Panzer Jerman kecewa berat karena tim andalannya dikalahkan oleh Tim Gil Azzuri Italia asuhan Cessare Prandeli.
Meskipun usia anak asuh Joachim Loew lebih muda yaitu rata-rata 24 tahun, tapi Tim Panzer ini dibuat bertekuk lutut oleh pemain Italia yang lebih tua dengan usia  rata-rata 27 tahun.

Padahal tim Der Panzer diperkuat oleh delapan orang pencetak gol seperti : Mario Gomez 3 gol, Mesut Ozil, Los Brender, Marco Reus, Mirolav Klose, Lukas Podolski. Philip Lahm, dan Sami Khedira. Tapi nampaknya semua tidak bisa menolong agar Tim Panzer harus angkat koper segera.
Marco Balotelli tanpa  ampun melesakkan dua gol ke gawang yang dijaga Manuel Neuer.
Ada beberapa hal yang bisa kita amati :

1. Usia yang lebih tua, dan banyaknya  orang yang lebih mengunggulkan kehebatan Jerman, dan krisis ekonomi negaranya ternyata tidak menjadi alasan untuk meruntuhkan komitmen tim Gil Azzuri dalam menjunjung “misi luhur” mengangkat derajat bangsanya. Demi untuk harga diri bangsanya di mata dunia.

2. ” Karakter”  juang yang tinggi, disiplin yang luar biasa, dan kerja sama tim yang nyaris sempurna diperlihatkan oleh Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, Andre Barzagli, Giorgio Balzaretti, dan kawan-kawannya yang secara kompak berjama’ah mengikuti dengan ta’at  arahan Cesar Prandeli.

3. Di menit ke 20 Antonio Cassano memberi umpan silang dari sisi kiri dan langsung disambut oleh Mario Balotelli menjebol gawang Manuel Neuer.
terlihat kemampuan untuk “menahan nafsu ” dan egoisme ditunjukkan dengan sempurna oleh Cassano,

4. Dan disusul dengan “kemampuan berbagi ” bola dari Cassano kepada Balotelli yang sedang menunggu di muka gawang lawan.

5.  Selama dua babak permainan berlangsung di tengah waktu yang sangat terbatas semua pemain “berlari-lari tiada henti ” untuk mengejar bola, kadang harus menyerang tapi kadang harus berlari untuk menyelamatkan gawang sendiri.

Saudaraku yang dirahmati Allah,
betapa ruginya kita kalau kita tidak bisa mengambil pelajaran yang berharga dari apapun yang terjadi di hadapan kita, termasuk Piala Eropa 2012 ini. Saya percaya apapun yang terjadi sesungguhnya selalu ada hikmah yang tersembunyi yang harus kita petik.
1.   Tentang pentingnya kekuatan komitmen dan misi yang luhur.
2. Tentang pentingnya karakter unggul.
3. Tentang pentingnya kemampuan menahan diri dari egoisme.
4. Tentang pentingnya berbagi.
5. Tentang penting terus berlari dan beraksi.

Kelima hal tersebut adalah kunci keberhasilan yang bukan hanya dalam permainan bola akan tetapi juga dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Komitmen dan misi luhur itulah inti Syahadat.
Karakter unggul itulah inti shalat.
Kemampuan menahan diri itulah inti puasa.
Kemampuan berbagi itulah inti zakat.
Kekuatan berlari atau total action itulah inti Haji.
Inilah esensi kekuatan Lima Rukun Islam bagi orang yang memahami.

” Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.
Menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah ! Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.
Yang mengajar manusia dengan kalam.
Mengajar manusia apa yang tiada ia tahu “.
( Al-Alaq 1-5 )

Jakarta 29 Juni 2012,

Salam 165.

Ary Ginanjar Agustian

Advertisements
By aryginanjaresq Posted in Catatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s