Hikmah Final Spanyol VS Italia

Begitu peluit pertama dibunyikan Gli Azzuri langsung menekan Spanyol dan langsung menyerang. Di menit ke tiga dari sisi kiri Cassano maju menusuk. Akan tetapi dia terlalu banyak membawa bola seorang diri akibatnya sering dihentikan oleh Spanyol.

Spanyol tampil tanpa striker murni di lini terdepan tapi justru memasang mereka pada lini tengah yaitu Inesta, Xavi, Xabi dan Silva.

Strategi ini membuat Back Itali bingung, karena meskipun formasi Spanyol 4-3-3 tapi tidak ada striker di lini terdepannya.

Walaupun ditekan Italia tapi Spanyol tampil sangat santai dengan passing satu dua dan tetap menekan.

Strategi ini membuahkan hasil, di menit ke 14 Fabergas memberikan umpan silang, dan disundul oleh Da Silva menjebol gawang Azzuri yang pertama.

Spanyol menambah keunggulannya lewat tendangan Jordy Alba menit ke-41. Selanjutnya, Jordi Alba bergerak cepat menyambut umpan terobosan dari Silva, kemudian dia secara cepat melakukan shooting pelan di sisi kanan Buffon tanpa bisa dijangkau. Italia tertinggal dua gol.

Pada babak kedua Fernando Torres menambah keunggulan Spanyol atas Italia menjadi 3-0 lewat gol briliannya di menit ke 83 berkat umpan Xavi.

Juan Matta, pangeran Chelsea, akhirnya mencetak gol ke gawang Italia pada menit ke-88 sehingga kedudukan akhir menjadi 4-0 dalam final Piala Eropa 2012.

Dalam pandangan strategi “Total Football 165 “, saya melihat kedua tim nampaknya sudah memilki tekad yang sama kuatnya, dan juga kedua tim telah memiliki skill dan karakter yang boleh dikatakan hampir sama.
Akan tetapi dimana letak perbedaanya ?

Pada tiga menit pertama Cassano sudah melakukan serangan tapi karena lebih sering membawa bola “sendirian ” dan kurang berjama’ah akhirnya mudah dipatahkan oleh El Matador.

Sedangkan sebaliknya Tim Spanyol mampu “menahan diri” dengan bermain pada lini tengah. Ini berbeda dengan Itali dimana striker diletakkan di garis depan. Sementara Tim Spanyol tidak memperlihatkan kekuatan striker di lini terdepannya akan tetapi disimpan di tengah.

Sahabatku yang dirahmati Allah.
Di dalam meraih kemenangan, pertama yang harus dimiliki adalah misi luhur dan tekad yang kuat membara sebagai sumber utama motivasi. Kekuatan mental juara ini bukan hanya harus dimiliki oleh Tim Spanyol dan Italia akan tetapi juga harus dimiliki oleh kita semua untuk memenangkan kehidupan.

Inilah kekuatan Syahadat sebagai Rukun Islam yang pertama yang menjadi pendorong alasan untuk hidup dan tujuan hidup yang membuat kita menjadi “hidup”. Disinilah rahasia kekuatan para juara dan para sahabat yang mengalahkan Persia dan Romawi 1400 tahun yang lalu, yang membuat Romawi dan Persia harus angkat koper dari tanah jajahan mereka di Jordania, Marokko, Syria dan Mesir kala itu.

Berikutnya, karakter dan skill unggul hanya akan dilahirkan oleh mereka yang telah memiliki misi diatas. Selanjutnya disiplin ” wajib berlatih ” secara teratur untuk membangun karakter melalui shalat lima waktu sehari semalam.
Dan shalat yang terbaik adalah shalat jama’ah untuk melahirkan teamwork yang hebat. Inilah Rukun Islam yang kedua.

Akan tetapi tekad yg kuat dan karakter tangguh tanpa dibarengi kemampuan untuk “menahan diri ” dan tanpa kemampuan untuk berbagi susah bagi kita untuk menang. itulah yang terjadi dengan tim Spanyol yang menang dengan bertahan di lini tengah.

Tim Spanyol justru merapatkan barisan seperti benteng pada lini tengah, mereka “menahan diri ” untuk maju menyerang seorang diri, tapi bertahan dari serangan lawan di tengah serta sambil maju.
Inilah letak esensi shalat berjama’ah dengan merapatkan shaf, kemudian disusul dengan ” Puasa dan Zakat “. Di sini kekuatan Rukun Islam ketiga dan keempat bisa didapatkan.

Dengan shalat jama’ah kita berlatih teamwork, dengan puasa kita berlatih menahan diri, dan dengan zakat kita berbagi. Dan dengan haji kita dilatih untuk Total Action secara “all out ” sebagai Rukun Islam yang terakhir atau kelima.
Dengan cara ini maka niscaya Piala Zam Zam kemenangan akan berhasil kita raih di dunia dan akhirat.
jadi, hikmah Lima Rukun Islam bukan hanya ritual ibadah semata, akan tetapi ia jalan bagi para juara.

Sahabatku yang disayang Allah,
Dalam kehidupan kadang kita kalah seperti Italia, tetapi mental kita harus tetap siap dan mampu menerima dan menghadapi semua kemungkinan, agar supaya kita tidak berputus asa dan kecewa berkelanjutan.

Itulah sebabnya disediakan rukun iman ke 6 yaitu Iman kepada Takdir supaya kita memilki ” abundance mentality ” atau hati yang luas dan ikhlas penuh kelimpahan dalam menghadapi semua keputusan Nya.

Oleh karena itu untuk menghasilkan ” pemain kelas dunia dan kelas akhirat ” mental para pemain harus dilengkapi dengan 6 Rukun Iman sebagai Perisai Segi Enam di dada. Inilai isi Perisa Segi Enam itu :
Segi Pertama, beriman kepada Allah agar hati kuat.
Segi Kedua, beriman kepada Malaikat agar punya intergritas.
Segi Ketiga, beriman kepada Kitab-kitabnya agar kita punya pedoman.
Segi Keempat, beriman kepada Nabi dan Rasul agar kita punya Role Model.
Segi Kelima, beriman kepada hari Kemudian agar kita punya tujuan.
Segi Keenam, beriman kepada Takdir, agar kita siap menerima segala hal dengan ikhlas dan lapang dada.

Saudaraku yang dirahmati Allah,
Dengan segala kerendahan hati, semoga kupasan saya yang singkat dan sederhana ini bisa sedikit membantu dalam memahami bahwa Kekuatan Hikmah Rukun Islam yang Lima ,Rukun Iman yang Enam dan Ihsan bukanlah sekedar ibadah ritual semata, akan tetapi ia sebagai pedoman dan perisai hidup agar sukses di dunia dan akhirat.

Esensi dan hikmahnya yang universal bisa dipergunakan di mana saja, bukan hanya di tempat-tempat ibadah akan tetapi juga di pasar, di tempat kerja, di bisnis, di sekolah, di kampus, di rumah tangga, di leadership, di manajemen, dan bahkan di permainan sepak bola dunia Piala Eropa 2012.

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia, dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.”
( QS. Al-Ankabut ayat 43)

Hong Kong , 3 Juli 2012

Salam 165.

Ary Ginanjar Agustian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s