Ary Ginanjar Menjadi Dewan Pinisepuh Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Masa Bakti Tahun 2015 – 2020

Ary Ginanjar Menjadi Dewan Pinisepuh Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Masa Bakti Tahun 2015 – 2020

Alhamdulillah, diriku Alfakir mendapatkan sebuah kehormatan menjadi Dewan PINISEPUH Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Masa Bakti Tahun 2015 – 2020.

Langsung deh merasa sudah Sepuh

Hatur nuhuuun Prof Didi Turmudzi dan Warga Paguyuban Pasundan.

Bandung, 25 Juli 2017

Ary Ginanjar menjadi Pengurus Pinisepuh Pengurus Besar Paguyuban Pasundan

Advertisements

“Tahun baru, Semangat Baru” bersama Irfan Hakim dan Dr. H. C Ary Ginanjar Agustian di TVRI

“Tahun baru, Semangat Baru”
Dapatkan semangat baru di tahun baru 2013 melalui program Indonesia Emas di TVRI Kamis malam 3 Januari 2013 pkl 20.00 WIB bersama DR HC Ary Ginanjar Agustian & Irfan Hakim serta Host Melanie Putri.

Indonesia-Emas-tvri-3-Januari-2013-OK-Mail

Live streaming http://live.tvri.co.id/

Tenang dalam Menyikapi Permasalahan dan Tenang dalam Mengambil Keputusan

‎”‎”Kekhawatiran, ketakutan juga kepanikan mungkin menemani sebuah masalah. Namun, berusahalah untuk tenang karena kebaikan bukan lahir dari ketergesaan (HR. Bukhari)”

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa tenang dalam menyikapi permasalahan dan tenang dalam mengambil keputusan.”

Salam165

Ary Ginanjar Agustian

Melawan Entropi Budaya


Ary Ginanjar Agustian, PENDIRI ESQ LEADERSHIP CENTER
Sumber : JAWA POS, 11 Februari 2012
ADA yang menarik dari hasil sebuah survei yang diumumkan Juli 2006 oleh Leicester University, Inggris, tentang negeri Bhutan. Berdasar Peta Kebahagiaan Dunia, disimpulkan bahwa kebahagiaan rakyat Bhutan secara global berada pada peringkat kedelapan tertinggi. Negeri Bhutan menjadi perhatian dunia karena 97 persen rakyat negara di dekat Himalaya tersebut merasa diri mereka berbahagia, dengan 45 persen di antaranya merasa ”sangat berbahagia”.

Pendapatan per kapita hanya USD1.400, namun peringkatnya 9 level lebih tinggi dibanding AS yang memiliki pendapatan per kapita USD 41.800. Hal itu membuat tingkat kepuasan penduduk Bhutan berada dalam kelompok 10 persen tertinggi di dunia berdasar Happy Planet Index.

Lembaga riset Barrett Values Centre yang membuat peta nilai-nilai individu, organisasi, dan negara mengukur entropi (derajat ketidakteraturan) budaya Bhutan. Ternyata, angkanya sangat kecil, yaitu kurang dari 4 persen. Bhutan menjadi salah satu negara yang memiliki entropi terkecil di dunia.

Di sisi lain, Barrett juga melakukan penelitian di beberapa negara lain. Di Islandia, penelitian dilakukan pada Agustus 2008. Hasilnya, entropi budaya di Islandia sangat tinggi, lebih dari 54 persen. Ternyata, sebulan kemudian, Islandia mengalami kebangkrutan ekonomi. Agustus 2007, dilakukan penelitian terhadap rakyat Latvia, entropi budayanya juga mencapai 54 persen. Dua bulan kemudian, terjadi huru-hara dan pemerintahan Latvia pun jatuh.

Yang dimaksud budaya dalam hal ini bukanlah kesenian, tapi kumpulan karakter sebuah organisasi, lembaga, perusahaan, atau bahkan bangsa. Apa yang dimaksud entropi?

Dalam ilmu fisika diketahui bahwa jumlah energi yang dihasilkan sebuah mesin adalah sama dengan jumlah energi yang dimasukkan ke dalamnya. Namun, jika ada kerusakan komponen mesin, sebagian energi akan digunakan untuk mengatasi kerusakan tersebut. Energi itu dinamakan entropi.

Contoh pada kendaraan, sebuah mobil dengan seliter bensin dapat menempuh jarak 10 km. Namun, ketika beberapa komponen rusak seperti aus, berkarat, atau tersumbat, dengan seliter bensin itu, mobil tersebut hanya mampu menempuh 5 km. Setengah energi yang seharusnya digunakan untuk menempuh 5 km lagi dipakai untuk mengatasi kerusakan sistem. Dengan kata lain, entropi mobil tersebut menjadi 50 persen.

Ternyata, hal itu juga berlaku pada organisasi, instansi, atau perusahaan swasta maupun pemerintah, bahkan negara. Jumlah energi yang dihasilkan sebuah organisasi sama dengan jumlah energi yang dimasukkan ke dalamnya. Ketika gangguan dalam organisasi meningkat, misalnya karena birokrasi, hierarki, kompetisi internal, ketidakjujuran, saling menyalahkan, atau komunikasi tertutup, energi karyawan untuk melakukan pekerjaan harus meningkat. Energi tambahan itu disebut ”entropi budaya”. Padahal, energi yang digunakan dalam mengatasi entropi budaya adalah energi yang seharusnya untuk menghasilkan, tapi menjadi terbuang percuma.

Contoh dalam lingkup korporasi atau instansi, besarnya biaya dan energi karyawan yang dapat berkontribusi ke perusahaan akan bergantung pada tinggi rendahnya entropi budaya. Ketika entropi rendah, energi karyawan yang tersedia untuk melakukan pekerjaan produktif menjadi tinggi sehingga kinerja perusahaan menjadi tinggi. Sebaliknya, ketika entropi budaya tinggi, energi karyawan yang tersedia untuk melakukan pekerjaan menjadi rendah, sehingga kinerja perusahaan pun rendah.

Entropi budaya terdiri atas tiga unsur. Pertama, faktor-faktor yang memperlambat organisasi dan mencegah pengambilan keputusan yang cepat: birokrasi, hierarki, ketidakjelasan, pertengkaran, dan kekakuan. Kedua, faktor-faktor yang mengakibatkan gesekan antaranggota: persaingan internal, menyalahkan intimidasi, dan manipulasi. Ketiga, faktor-faktor yang mencegah anggota dari kerja secara efektif: kontrol berlebihan, terlalu berhati-hatian, mikro-manajemen berlebih, fokus jangka pendek, dan teritorialisme.

De-entropi-sasi Budaya

Di Indonesia, istilah entropi budaya belum begitu dikenal. Padahal, gejala tiga unsur entropi tersebut tampak di mana-mana. Namun, ada fenomena menarik sehubungan dengan pengangkatan Dahlan Iskan sebagai menteri BUMN.

Kali pertama bertemu, saya menyapa dengan sebutan ”Pak Menteri”. Beliau langsung menukas, ”Nama saya Dahlan Iskan, jangan panggil saya menteri!”

Perjalanan ke suatu tempat dilakukan tanpa pengawalan. Bahkan, Dahlan tidak mau menggunakan fasilitas voorijder (pembuka jalan). Dalam perjalanan ke luar kota tersebut, rombongan kami sempat malah diminta minggir, mengalah.

Ketika acara dimulai bersama jajaran Dirut BUMN, seperti pada umumnya, pembawa acara (MC) membuka acara dengan sambutan pendahuluan yang penuh basa-basi. Dahlan langsung memotong, ”Sudah, langsung saja pada inti pembicaraan!”

Menurut stafnya, Dahlan Iskan tidak pernah memfungsikan bel di meja kerjanya untuk memanggil sekretarisnya. Dia antarkan sendiri surat-surat yang sudah ditandatangani langsung ke meja sekretarisnya.

Cara komunikasi terus terang, apa adanya, egaliter, dan sangat membuka jalur komunikasi tentu saja sangat efisien dan cepat serta memudahkan dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Gaya berpakaian Dahlan pun sangat bersahaja, simpel, serta efisien. Dalam acara resmi sekalipun, dia tidak menggunakan dasi dan jas mahal. Cukup kemeja dengan sepatu ketsnya yang membuatnya gesit bergerak.

Apa yang saya tangkap dan tercermin dari sikap Dahlan Iskan adalah sebuah pesan tanpa pidato untuk mengikis birokrasi yang mengungkung, kekakuan yang membeku, dan jalur komunikasi yang tersumbat yang sesungguhnya merupakan bagian dari tiga unsur entropi yang melanda negeri ini. Sebuah pesan di balik sepatu kets dan kemeja putih. Semua itu bukanlah tontonan unik, tapi sebuah pesan untuk jajaran BUMN dan bahkan negara ini yang sudah lelah dengan entropi budaya. ●

Rizki yang Luasnya Seluas Langit dan Bumi

‎”Ketika kita hanya sibuk menghitung-hitung berapa besar keuntungan dari apa yang kita berikan pada orang lain, maka hanya sebesar itu sajalah yang kita dapatkan. Namun Jika kita memberi, menolong, berbuat baik tanpa berhitung-hitung, maka percayalah Allah telah siapkan rizki bagi kita, rizki yang luasnya seluas langit dan bumi ya”

Salam165

Ary Ginanjar Agustian

Ary Ginanjar di Training ESQ Character Building Eksekutif 109 bersama para Alumni

Ary Ginanjar bersama peserta Training ESQ CB1 for Eksekutif Angkatan 109 Jumat s/d Minggu, 10-12 Februari 2012, Granada Ballroom, Menara 165

Tentang Ary Ginanjar ESQ

Ary Ginanjar

Di balik keberhasilan ESQ yang fenomenal, tentulah berdiri seorang tokoh yang inovatif dan kreatif. Tokoh pencetus ide sekaligus pendiri ESQ Leadership Center adalah Ary Ginanjar Agustian.

Ary Ginanjar ESQTokoh pencetus ide sekaligus pendiri ESQ Leadership Center. Di balik keberhasilan ESQ yang fenomenal, tentulah berdiri seorang tokoh yang inovatif dan kreatif.

Beliau adalah seorang profesional yang telah berkecimpung di dunia bisnis selama lebih dari 20 tahun. Melalui buku-buku yang dipela- jari, perenungan serta pengalamannya tersebut dia menulis sebuah buku yang sangat fenomenal “ESQ: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi & Spiritual”. Di dalam buku tersebut ia me- nyampaikan sebuah konsep pembangunan karakter yang disebutnya The ESQWay165. Untuk menyampaikan konsep tersebut, Ary  Ginanjar merancang metode training yang menggunakan teknologi tinggi dan multimedia modern. Ia kemudian mendirikan lembaga training pembangunan karakter yaitu ESQ Leadership Center.

Sampai saat ini jumlah trainer ESQ yang mendapatkan lisensi darinya mencapai hampir 100 orang. Mereka telah mendapatkan pembinaan dan pendidikan secara sistematis melalui rangkaian training dengan sistem mentoring, computer based training (CBT), dan sebagainya. Keberhasilannya dalam memberikan motivasi dan semangat perubahan melalui buku serta training tersebut, membuatnya terpilih sebagai salah satu The Most Powerful People and Ideas in Business 2004 oleh Majalah Swasembada. Ia juga terpilih menjadi Tokoh Perubahan 2005 oleh Koran Republika serta didaulat menjadi Pengurus Dewan Pakar ICMI periode 2005–2010.

Pada Maret 2007, Ary juga telah berhasil memperkenalkan ESQ di Oxford, Inggris. Dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh The Oxford Academy of Total Intelligence tersebut telah memukau sejumlah pakar Spiritual Quotient (SQ) dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, Denmark, Belanda, Nepal dan India. Penghargaan serta pengakuan atas konsep The ESQWay165 sebagai metode pembangunan karak- ter terus mengalir. Pada peringatan Sumpah Pemu- da di tahun 2009, beliau menerima penghar gaan dari Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) yang bertajuk “ESQ Model sebagai Metode Pem- bangunan Karakter”. Kemudian pada tahun yang sama Majalah Biografi Politik juga menobatkannya sebagai Pemimpin Muda Berpengaruh 2009.

Sebagai penghargaan atas kontribusi ESQ dalam pembangunan karakter di lingkungan Kepolisian RI maka di tahun 2010 dia menerima pula penghargaan dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Konsep The ESQWay165 sebagai metode pembangunan karakter juga telah diakui secara akade- mis melalui penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa oleh Universitas Negeri Yogyakarta kepadanya pada Desember 2007. Ary Ginanjar juga mendapat kepercayaan untuk
mengajar mata kuliah “Strategi Pendidikan Karakter” di program pascasarjana UNY.

Assalammu’alaikum,  setelah merasakan dashyatnya suasana diruangan training ESQ, kita bisa tetap dekat dengan suasana trainingnya dan lebih dekat dengan Ary Ginanjar melalui social media. caranya :

Bagi para pengguna facebook bisa like di :

http://www.facebook.com/Ary.Ginanjar.Agustian

Bagi para pengguna twitter bisa follow :

https://twitter.com/#!/aryginanjar165    atau @aryginanjar165

Bagi yang ingin melihat video-video terbaru esq bisa kunjungi :

http://www.youtube.com/user/ESQTRAINING?feature=watch

Bagi para pengguna wordpress bisa follow blog :

Untuk membantu tersebarnya ESQ kunjungi media pendukung lainnya:

1. www.gerakjalanesq.wordpress.com

2. http://dvdpaketesq.wordpress.com

3. http://esqevent.wordpress.com/

4. http://jadwaltrainingesq.wordpress.com/

5. http://suasanatrainingesq.wordpress.com/

6. https://aryginanjaresq.wordpress.com

7. https://twitter.com/gerakjalanesq

8. http://pakarpembangunankarakter.wordpress.com

9. http://manajemenbisnisesq.wordpress.com/

10. http://sekolahbisnisesq.wordpress.com/

11. http://mendidikkarakter.com

12. http://mendidikkarakter.wordpress.com

Demikian Penjelasan singkat tentang Ary Ginanjar