Ary Ginanjar di ‘Seminar Nasional – Indonesia Berkarakter’

Pada ‘Seminar Nasional – Indonesia Berkarakter’ Membangun Pribadi Indonesia Yang Berkarakter. Diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia di Istora Senayan, dihadiri lebih dari 7000 Guru dan Mahasiswa se- Jabodetabek

Menara 165 Day | Meninggikan Allah di atas segalanya

Menara 165 telah berdiri megah dan tulisan Allah terpancang di puncaknya, menjadi simbol bahwa kita akan meninggikan Sang Pencipta di atas segalanya. Sesungguhnya krisis yang menimpa bangsa ini disebabkan karena “Ketuhanan Yang Maha Esa” tidak menjadi yang pertama dan utama, sebagaimana dirumuskan dalam falsafah Negara Indonesia.

Adalah tugas kita bersama untuk mengenalkan ke seluruh dunia tentang keberadaan Menara 165, salah satu caranya adalah melalui social media.

Karena itu pada tanggal 16-17 Mei 2012 mari bersama-sama mencanangkan “Menara 165 Day” dengan memasang gambar Menara 165 di picture profile masing-masing di:

Blackberry Messenger
Facebook
Twitter
Yahoo Messenger
Website atau blog

Adapun profile picturenya bisa dipilih dan diunduh di bawah ini:

———————————————————————————————————————-

Untuk banner header di Facebook Timeline (Kronologi):

(Petunjuk untuk mengunduh gambar: PC: Klik kanan –> Save Image As (Firefox).

Tambahkan keterangan pada foto dengan kalimat: “Tulisan Allah di puncak Menara 165, gedung 25 lantai di Jl. TB Simatupang Jakarta Selatan”.

More info:
Hp: 081384833165, 087888765439, 085311319907
BBM: 239F9A4F, 28BCB8F0, 23044244.
Twitter: @rendyyusran, @arief_dihan

Menyayangi Manusia Agar Disayangi Allah

” S E R P I H A N “

Saksikanlah betapa berharga yang namanya manusia.
Diturunkan semua kekuatan, peralatan, dan daya upaya untuk mencari jenazah korban kecelakaan Sukhoi.
Menembus hutan, melintasi jurang, mendaki gunung untuk membawa kembali pulang, yang namanya manusia.

Meskipun sudah menjadi mayat, semua harus dicari, harus ditemukan, harus dikembalikan kepada keluarganya. Setiap potongan dan serpihan tubuh harus dikumpulkan dengan sungguh-sungguh, harus diangkat satu-persatu dengan hati-hati meskipun tinggal hanya serpihan daging yg sudah mulai membusuk sekalipun. Mereka harus tetap dihargai.
Sebuah penghormatan tinggi kepada mahluk yang namanya manusia meskipun sudah menjadi serpihan.

Betapa indahnya cara ini, sekiranya, penghormatan ini,
dan penghargaan ini, juga diberikan kepada manusia selagi masih hidup, kepada siapapun meskipun kita tidak mengenalnya.
Inilah yang seharusnya kita lakukan.
Menyayangi manusia yang masih hidup.
Melindungi manusia yang masih hidup.
Menolong manusia yang masih hidup.
Memberi manusia yang masih hidup.
Mengasihani manusia yang masih hidup.

Tetapi lihatlah kenyataannya, bagaimana diri kita dan lingkungan kita, kita menyaksikan manusia yang tega saling menyakiti sesama manusia,
tega saling memfitnah sesama manusia,
tega saling menjatuhkan sesama manusia.,
tega menyerang antar kampung,
tega menyakiti antar mahasiswa,
tega menyakiti antar pelajar.
Tega menyakiti sesama bangsa sendiri,
tega membunuh sesama manusia,
baik dengan kata-kata atau senjata.

Hari ini kita perlu merenung tentang arti penghargaan itu, dan penghormatan itu kepada sesama manusia sebagai mahluk indah sempurna ciptaan Tuhan.
Jangan hanya kepada mayatnya apabila sudah mati, tapi yang utama adalah berbuat baiklah dan cintailah sesama manusia hidup.
Sebagai bukti penghormatan yang tinggi kepada yang menciptakan manusia.

Sebuah penghormatan kepada Sang Khalik Pencipta Manusia harus juga diberikan.

Nabi Muhammad SAW berpesan :

” Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya “.
( HR. Bukhari dan Muslim )

Jakarta 14 May 2012

Aru Ginanjar Agustian

By aryginanjaresq Posted in Catatan

Membangun Brand Dengan Membangun Budaya Perusahaan

Image

businesscomputingworld.co.uk

Selama ini, brand atau merek diyakini dan terbukti sangat berpengaruh ter­hadap kesuksesan sebuah bisnis. Brand dapat menentukan kekuatan nilai dari suatu produk dan dapat membedakan dari produk pesaing. Brand tidak hanya bermanfaat bagi produsen namun juga bagi konsumen.

Karena pentingnya sebuah brand, tak heran jika perusa­haan berani mengeluarkan biaya yang sangat tinggi untuk membangun sebuah brand baik untuk menentukan Nama, Logo, Simbol, Desain, Slogan, maupun Kemasan. Dengan demikian diharapkan brand dapat melekat di benak konsumen.

Selama ini umumnya pe­milihan kriteria brand masih pada tataran teknis. Beberapa kriteria tersebut yaitu: pertama memorability atau mudah diingat, kedua memiliki arti yang menyenangkan, menarik, credible, sugestif, kaya imajinasi; ketiga protectability atau dilindungi undang-undang.

Namun belakangan ini ada hal yang menarik yang di­ungkap oleh CEO Zappos –perusahaan ritel sepatu online- Tony Hsieh. Menurutnya membangun sebuah brand sekarang ini sangat berbeda dengan 50 tahun lalu. Dulu, beberapa orang berkumpul di ruangan, menentukan apa positioning brand produk mereka, kemudian mengeluarkan dana besar untuk belanja iklan agar brand mereka cukup dikenal. Jika mampu mengeluarkan uang yang besar, maka Anda bisa membangun brand Anda.

Situasi dan kondisi dunia saat ini sangat berbeda. Tekno­logi internet dapat menghu­bungkan orang dari manapun berasal, suka atau tidak suka membuat perusahaan makin transparan. Pelanggan dan karyawan yang tidak puas ter­hadap perusahaan dapat menulis di blog tentang peng­alaman buruk dengan sebuah perusahaan. Cerita kemudian dapat menyebar seperti api melalui email, facebook, atau melalui kicauan di Twitter.

Di sisi lain hal tersebut juga menyimpan potensi yang luar biasa. Ketika seseorang merasakan sebuah pengalaman dahsyat dengan sebuah perusahaan, maka kebahagiaannya itu dapat dibaca oleh jutaan orang hampir dalam waktu seketika.

Misalnya, jika Anda kebetulan bertemu dengan seorang karyawan perusahaan X di sebuah tempat. Bahkan saat karyawan tersebut sedang tidak bekerja, interaksi Anda dengan karyawan tersebut akan mempengaruhi bagaimana Anda melihat perusahaan X, dan karena itu brand perusahaan X. Hal ini dapat memberi pengaruh positif atau negatif. Setiap karyawan dapat mempengaruhi brand perusahaan, bukan hanya karyawan di garda depan yang dibayar untuk melayani secara langsung pelanggan Anda.

Karena itu, di Zappos, brand bukan hanya sekadar tentang sepatu, pakaian, atau bahkan ritel online. Tony memutuskan bahwa Zappos ingin membangun brand mereka menjadi tentang ‘layanan pelanggan yang terbaik’ dan ‘pengalaman pelanggan yang terbaik’. Mereka percaya bahwa layanan pelanggan seharusnya bukan hanya tugas sebuah departemen, namun seharusnya melibatkan seluruh lapisan perusahaan.

Jadi apa yang harus dilakukan perusahaan untuk membangun brand yang Anda inginkan? Apa cara terbaik untuk membangun brand untuk jangka panjang?

Jawabannya: membangun budaya perusahaan.

Ketika Anda mendengar brand sebuah perusahaan penerbangan apa yang Anda bayangkan? Apakah iklan yang mempropagandakan perusahaan tersebut atau pelayanan yang pernah Anda alami dari semua unsur perusahaan tersebut?

Membangun budaya peru­sahaan berarti menjalankan nilai budaya perusahaan. Namun banyak perusahaan yang memiliki nilai-nilai inti, tetapi mereka tidak benar-benar berkomitmen menjalan­kannya. Budaya perusahaan dipelajari pada hari pertama orientasi kerja, setelah itu hanya tertera di dinding lobi.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Philip Kotler (1997) bahwa brand terbaik selain menyampaikan atribut-atribut (attributes), keuntungan (benefits), pengguna (user), juga nilai-nilai (values).

Merupakan hal yang pen­ting untuk berkomitmen dan menjalankan nilai-nilai inti perusahaan. Dengan komitmen, berarti bahwa per­usahaan mempekerjakan kar­yawan berdasarkan budaya ter­sebut.

Jika pihak manajemen dari mulai lapisan teratas hingga ke bawah menjalankan nilai-nilai inti perusahaan, maka akan terbangun buda­ya perusahaan yang sesuai de­ngan brand yang sedang dibangun. De­ngan demikian semua karyawan akan menjadi duta brand perusahaan, bukan hanya tugas bagian pemasar­an atau departemen PR. Pada akhirnya mereka bisa menjadi duta brand baik saat di dalam maupun di luar kantor.•

ACT Consulting
Jl. Ciputat Raya No. 1B Pondok Pinang, Jakarta 12310
Telp. (021) 7696654 Fax. (021) 7696645
Email: act.consulting@esqway165.com

By aryginanjaresq Posted in Tulisan

Di Dalam Benteng

Ary Ginanjar Agustian

Kita doakan bersama semoga korban kecelakaan Sukhoi Super Jet di Gunung Salak semuanya diterima dan ditempatkan di sisi Allah Yang Maha Pengasih. Dan keluaga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran serta keihklhasan.

Masih segar dalam ingatan almarhum Menteri Kesehatan kita yang kita hormati baru saja dipanggil kehadirat Nya. Sebelumnya Bapak Wakil Menteri Energi dan Pertambangan yang kita kagumi meninggal pula ketika sedang mendaki gunung. Semoga semua amal ibadahnya diterima Allah dan kesalahannya dimaafkan, dan semoga keluarganya diberikan kekuatan. Amiiin.

Bagi kita yang masih diberi kesempatan hidup,
tentu perlu mengambil hikmahnya atas semua kejadian ini. Ketiga fenomena diatas begitu berurutan, begitu mengejutkan, tidak kita sangka-sangka sama sekali, terus menghias layar kaca.
Masih terang dalam ingatan kita mereka semua nampak sehat, begitu juga foto-foto para korban Sukhoi yang begitu ceria sebelum keberangkatan.

Sesungguhnya betapa rapuhnya hidup kita di dunia ini. Akan tetapi betapa seringnya kita tidak menyadari kenyataan ini.
Manusia modern sekarang memang dididik untuk mengabaikan hal ini. Yaitu kematian !
Padahal Nabi Muhammad SAW sudah menjelaskan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang selalu ingat mati.
Di zaman ini orang yang cerdas justru adalah orang yang lupa mati. Terbalik.

Bayangkan, apabila semua manusia ingat mati tentu manusia akan terus berlomba-lomba berbuat kebaikan. Berlomba saling memaafkan, dan berusaha meninggalkan nama baik sebagai kenangan manis dikala hidup. Dan semua sibuk mengumpulkan pahala sebagai bekal.
Betapa indahnya ajaran Rasulullah ini.

Tapi kenyataan sekarang justru kebalikannya, kita akan dikatakan tabu kalau bicara kematian, padahal itu nyata, senyata-nyatanya, pasti laksana Matahari yang akan terbit esok pagi.
Kita akan dikatakan tidak keren atau tidak ” cool ” kalau bicara ini.
Sekarang lihat hasilnya kerusakan moral di mana-mana. Pengguna narkotika sudah lebih dari 5 juta dan bertambah 1 juta per tahun, kekerasan, kerusuhan, korupsi, perkelahian pelajar, pergaulan bebas, seolah semua sudah lupa mati.

Coba begini, setiap mau tidur bayangkan bahwa belum tentu besok pagi kita bangun lagi, lalu mohon ampun dan berdoa, kemudian tidurlah semoga besok masih hidup……he he he bukan nakut-nakutin lho.
Kalau ternyata masih hidup esok pagi pejamkan mata sekejap seraya bersyukur kepada Allah, dan katakanlah alhamdulillah hari ini adalah karunia terbaik dari Mu untuk bertobat dan berbuat baik, sebaik- baiknya…..

” Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatimu,
kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi dan kokoh “.
( QS. An Nisa ayat 78 )

Salam 165 selalu.

Ary Ginanjar Agustian

Temu Alumni ESQ Nusantara & Pentas Seni

HADIRI PENTAS SENI & TEMU ALUMNI ESQ NUSANTARA
Kamis, 17 Mei 2012
Pkl. 08.00 – 17.00 WIB
MENARA 165 Jl. TB. Simatupang Kav 1 Cilandak Jakarta Selatan

RANGKAIAN ACARA
Final Lomba Asmaul Husna pelajar se-DKI Jakarta
Seminar Pemuda
Pentas Seni & Pameran Budaya Nusantara
Konser KJD (Kandank Jurank Doank)
Bedah Buku

Ary Ginanjar Terima Penghargaan HAKI dari Wakil Presiden RI untuk ESQ

Ary Ginanjar Agustian menerima Penghargaan Nasional pada Peringatan Hari Hak Kekayaan Intelektual pada hari Selasa, 8 Mei 2012 di Istana Wakil Presiden bersama 14 orang tokoh lainnya.

Perlindungan HKI telah menjadi salah satu aspek yg sangat penting dlm pembangunan ekonomi berbasis industri kreatif. Dalam rangka memperingati Hari Hak Kekayaan Intelektual Sedunia dengan tema “Menjadi Inovator Kelas Dunia”, Ditjen HKI mengadakan Penghargaan Nasional HKI sebagai salah satu Apresiasi kepada mereka yang telah memberikan kontribusi kemajuan terhadap perkembangan sistem HKI di Indonesia

Mereka diberikan penghargaan sebagai wujud apresiasi terhadap Maha Karya Anak Bangsa yang sangat luar biasa,
Acara ini dihadiri oleh Wakil Presiden, Boediono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin, Menpora Andi Malarangeng, Menteri Pertanian Suswono, Jaksa Agung Basrief Arief dan Kapolri Timur Pradopo.

Penerima penghargaan :
1. Prof.Dr.Sidik untuk kategori Tokoh Visioner,
2. Ir.Oskar Riandi (Inventor Visioner),
3. Tim Gatot Kaca (Generasi Muda Inventor),
4. IPB (Perguruan Tinggi Negeri),
5. Ebiet G.Ade(Pencipta Lagu),
6. Agnes Monica (IP Multi-Talent),
7. Hendy Setiono (Pengusaha Muda Inovatif),
8. Irwan Hidayat (Pengusaha Inovatif),
9. Sosrodjojo (Pengusaha Inovatif),
10.PT.Indomarco Pristama (Perusahaan),
11.PT.Phapros (Perusahaan),
12.Jaya Suprana (Pemilik HKI Sukses),
13.Dr.Ary Ginanjar Agustian (Pemilik HKI Sukses),
14.Andrea Hirata(Novelis Motivator), serta Film “The Raid” (Hak Cipta Ekonomi Kreatif).

Seminar ESQ di KBRI Bangkok dalam rangka merayakan Hari Pendidikan dan Kebudayaan Nasional

Dalam rangka perayaan Hari Pendidikan Nasional tahun 2012, KBRI Bangkok mengadakan Seminar Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) yang merupakan hasil kerja sama antara Masyarakat Muslim Indonesia di Thailand (MMIT) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok.

Seminar dihadiri oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, karyasiswa, guru dan siswa SIB, komunitas Masyarakat Muslim Indonesia di Thailand, staf KBRI Bangkok, dan masyarakat Indonesia di Bangkok. diadakan pada hari Rabu, 2 Mei 2012 di Aula Ahmad Yani, KBRI Bangkok .

Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk mengintegrasikan dan membangun hubungan yang erat antara sektor pemerintah, swasta dan tokoh religius bagi masyarakat Indonesia di Bangkok.

Seminar pertama kali dibuka oleh Duta Besar RI di Bangkok, Bapak Lutfi Rauf, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Seminar yang dipimpin oleh Bapak Ary Ginanjar Agustian selaku pembicara.

berita lainnya di : http://www.kemlu.go.id/bangkok/Pages/Embassies.aspx?IDP=138&l=id

Peran Pemimpin dalam Transformasi Budaya

by Ary Ginanjar Agustian on Wednesday, April 11, 2012 at 1:16am ·
Oleh: Dr. HC Ary Ginanjar Agustian (Corporate Culture Consultant)

“The real role of the leader is to manage the values of the corporation.” (Tom Peters, “In Search of Excellence: Lessons from America’s best run companies”, 1983)

Belakangan ini wacana mengenai pen­tingnya budaya perusahaan makin mengemuka. Banyak perusahaan yang melakukan upaya-upaya untuk membenahi budaya perusahaannya dari mulai mengirim staf Sumber Daya Manusia (HR) ke training-training tertentu, merombak visi-misi perusahaan, memasang poster-poster yang berisi value perusahaan, dan lain-lain.

Meski berbagai hal di atas telah dilakukan, namun ter­nyata masih banyak perusahaan yang seolah jalan di tempat. Kinerja perusahaan tetap tidak terdongkrak. Apa faktor pe­nyebabnya? Dave Ulrich konsultan HR (Human Resource) mengatakan bahwa peran pe­mimpin sangat besar terhadap keberhasilan perusahaan mencapai 40%, sedangkan yang lainnya yaitu nilai berperan 25% sedangkan sistem 35%.

Ketiga hal di atas, kami namakan VSL Concept: yaitu mem­bangun sistem yang di­dahului dengan pemba­ngun­an nilai atau value, dan dilanjutkan de­ngan membangun sys­tem dan dilengkapi dengan pembangunan leadership. Arti­nya tidak cukup merumus­kan atau mempropagandakan value ser­ta membangun system tanpa diiringi dengan role model dari para pimpinan perusahaan (leadership). Menjadikan pa­ra pimpinan contoh dari imple­mentasi misi, visi dan nilai sehingga menunjukkan bahwa misi, visi dan nilai itu adalah sesuatu yang penting dan harus dipegang teguh dalam menjalankan roda perusahaan.

Jika perusahaan belum memiliki nilai dan budaya, seluruh pimpinan harus berperan sebagai value builder yaitu membangun nilai-nilai perusahaan. Tony Hsieh, CEO Zappos, adalah contoh pemimpin perusahaan sebagai value builder. Dia benar-benar terlibat dalam perumusan dan membangun budaya perusahaan. Selanjutnya Tony Hsieh juga sangat berusaha agar nilai-nilai perusahaan tetap terjaga.

Menurutnya melindungi budaya perusahaan dan tetap menjalankan core values akan memberikan keuntungan jangka panjang. Karena itu, demi kepentingan jangka panjang tersebut Zappos bersedia melaukan pengorbanan jangka pendek —termasuk kehilang­an profit— karena mereka percaya membangun budaya dan menjaga nilai perusahaan dapat men­datangkan keuntungan jangka panjang.

Selanjutnya secara pri­­badi para pemimpin menjalankan nilai tersebut serta menanam­kan nilai-nilai tersebut kepa­da seluruh karyawan. Penegak­an nilai harus dijaga para pe­mimpin baik dalam diri me­reka maupun karyawan agar nilai tersebut hidup dan berkembang seiring dengan per­tumbuhan perusahaan. Di­­harapkan corporate values selalu hidup bersama perusaha­an bahkan sampai puluhan tahun ke depan bahkan jika bisa sampai ratusan tahun.

Pemimpin dan Entropi Budaya

Penelitian menunjukkan adanya korelasi yang jelas antara pemimpin dengan entropi budaya organisasi. Sebagaimana sudah dijelaskan pada artikel terdahulu bahwa Entropi Budaya adalah meng­ukur energi yang terbuang percuma di tempat kerja.

Entropi budaya organisasi, korporasi atau instansi se­sungguhnya adalah refleksi langsung dari entropi pribadi sang pemimpin itu sendiri. Cara untuk mengurangi warisan entropis pemimpin masa lalu adalah dengan melakukan: de-layering, re-strukturisasi, dan de-birokratisasi dan trans­formasi budaya.

Keterlibatan pemimpin je­las menjadi faktor kunci kesuk­sesan perusahaan, khususnya untuk menghidupkan nilai tersebut secara mendalam dan holistik. Jika tidak dimulai dan ditegakkan para pemimpinnya, nilai-nilai perusahaan tidak akan tercipta menjadi sebuah budaya perusahaan. Karena itulah sering dikatakan bahwa “Leaders must be able to make the values alive”.

Karena itulah wacana transformasi budaya tidak akan terealisasi tanpa keterlibatan para pemimpinya. Berbagai upaya seperti training, jasa konsultan, pemasangan poster tentang visi-misi-nilai perusahaan di berbagai sudut kantor tidak akan berhasil baik jika pemimpin tidak terlibat sebagai motor penggerak. Karena itu Prof. Richard Barrett mengatakan, “Organisasi tidak bertransformasi hingga para pemimpinnya memiliki nilai yang baru dan mengubah perilaku mereka.”•

ACT Consulting
Jl. Ciputat Raya No. 1B Pondok Pinang, Jakarta 12310
Telp. (021) 7696654 Fax. (021) 7696645
Email: act.consulting@esqway165.com

Sumber: http://esq-news.com/2012/berita/03/19/peran-pemimpin-dalam-transformasi-budaya.html